Surat Untuk Risty #1

Dear Risty,

Diiringi kumandang adzan maghrib, ditemani oleh rokok kecil tipisku, aku menulis surat ini kepadamu. Kepadamu yang selalu aku sayangi. Terlepas dari semua yang telah terjadi. Terlepas dari semua yang akan terjadi nanti. Terlepas dari manis-pahit akhir cerita kita ini.

Aku jatuh cinta sama kamu. bukan hanya karena fisikmu, tapi lebih karena kecerdasanmu, kedewasaanmu, kelurusanmu, tutur katamu, segalanya tentang kamu. aku sadar, awal kita bertemu bukan ditempat yang baik, bahkan di suatu tempat yang fisiknya tak nyata. Kita bertemu di suatu tempat yang penuh dengan orang dengan kepalsuan, intrik, motivasi negatif, dan keburukan lainnya. Aku yakin, pilihan kita untuk akhirnya bersatu karena masing-masing dari kita punya ketertarikan satu sama lain, terlepas dari apapun kesalahan yang pernah kita buat di masa lalu, dan percaya bahwa ini semua akan sebaik yang kita rencanakan.

Ditempat yang penuh dengan kepalsuan itu kita bertemu, berbagi cerita, membangun kepercayaan, mengenal lebih jauh. Sebegitu bahagianya aku bertemu kamu Ris, ditengah hiruk pikuk kepalsuan yang ada di tempat itu, kamu hadir dengan sejuta cahaya. Sebegitu tulusnya aku berkata dalam hatiku bahwa: “ini dia orangnya”. Walau keraguan lebih sering hadir, bagiku itu hanyalah sebuah proses, proses yang harus dilewati dan dinikmati untuk mencapai target yang baik, untuk kita berdua.

Sebegitu besar kamu meyakinanku pada waktu itu, ketika kamu menyampaikan gagasan gagasan pemikiran kamu yang luar biasa, ketika kamu menyajikan pola pikir seorang wanita hebat, ketika kamu memperkenalkan betapa luar biasanya dirimu, diselingi senyuman indah dan bahak tawamu yang membahana membuat pasang-pasang mata sekitar tertuju pada kita, saat itu kamu berhasil Ris, kamu amat sangat berhasil memenangkan hatiku.

Ketika malam itu aku menyatakan cinta dan mengajak kamu berkomitmen, kamu bilang iya, dan kamu memohon aku untuk jangan merusak apapun. Yang aku tangkap waktu itu kamu mencoba meyampaikan bahwa kamu memohon padaku untuk tidak menyakiti kamu. Ris, aku cinta kamu, sampai kapanpun aku tidak akan pernah menyakiti kamu aku bersumpah demi apapun dan siapapun, Aku tidak akan memecahkan apa-apa.

Hari-hari pertama bersamamu, sungguh aku bahagia. Jujur dan bukan rayuan, bahwa aku tidak pernah merasa sebahagia ini. Aku tidak pernah berkorban sebesar ini kepada wanita yang aku sayang. Entahlah, mungkin wanita-wanita sebelumnya tidak seindah dan secandu kamu. Iya, mungkin seperti itu.

Ingatkah waktu itu, satu hari setelah kita resmi berpacaran, kamu mengirimkan pesan kepadaku untuk mendengarkan salah satu radio kesayanganmu. Tanpa bilang alasannya, kamu memaksaku. Namun karena aku sedang tidak berada didekat radio waktu itu, aku tidak bisa mendengarkan dan aku tidak tahu akan apa yang kamu maksud. Selang beberapa lama, kamu mengirimkan pesan suara, isinya adalah rekaman dari siaran radio yang kamu maksud. Kaget, bahagia, tawa, menjadi satu, ketika mendengar rekaman itu. Terdengar suara lucumu menceritakan tentang kisah kita kepada si penyiar. Tentang aku dan kamu yang resmi berpacaran pada malam itu, tentang mimpi aku dan kamu, tentang kita, kamu ceritakan semua kepada si penyiar waktu itu. Aku yakin, dari caramu bercerita dan intonasi suaramu, kamu bahagia waktu itu menceritakan padanya. Kemudian ditutup dengan doa dari si penyiar. sampaikan padanya, terimakasih atas doanya!

Pertemuan kita ditempat yang aneh dan tak nyata itu kadang menjadi topik obrolan lucu ketika kita bertemu. Seringkali kita bertukar tawa geli ketika mengingat tempat pertemuan itu. Sedikit tak percaya, kita berhasil keluar dari zona tak nyaman, mengingat kita berawal dari sebuah keasingan. Saking asing dan tak percayanya, kita sampai bertukar kartu identitas pada waktu itu. Lucu kalau diingat-ingat. Kita duduk dibentang rumput luas, bertukar cerita bahkan sampai bertukar identitas, lalu kemudian tertawa karena tingkah kita sendiri.

Pada saat sebelum kita resmi berpacaran waktu itu, kita sempat bertukar laman blog, ceritaku tentangmu di laman blogku, ceritamu tentangku di laman blogmu. Laman itu bahkan masih kusimpan baik-baik Ris sampai hari ini. Masih sering kubaca berulang. tak jarang membuat senyumku tersimpul rapi dan diiringi dengan debar hati. Tanpa ragu aku bercerita tentang laman blog kita ke teman-teman terdekat ku. Dengan penuh dengan semangat, aku bercerita pula tentang kamu kepada mereka. Mereka menjawab dengan nasihat dan doa. Nasihat dan doa untuk kita berdua.

Aku yakin akan datang hari penentuan takdir kita berdua. Takdir yang mengarahkan kita untuk selalu bersama atau berpisah selamanya. Takdir yang mengarahkan kita kepada akhir yang bahagia atau hina. Takdir yang mengarahkan kita untuk menjalani kehidupan berdua selamanya atau menjadikan semuanya pelajaran berharga untuk melanjutkan kehidupan masing-masing.

Tidak ada yang bisa melawan kehendak Tuhan. Kita manusia hanya bisa berusaha semaksimal mungkin untuk mempertahankan sebuah relasi cinta, penentuan kelanjutannya tetap ada di tangan Tuhan. Aku selalu ingat Ris kata-kata Ibuku: “Bagaimanapun caranya untuk mempersatukan dua orang yang tidak dikehendaki Tuhan, cara itu akan selalu gagal. Bagaimanapun caranya untuk memisahkan dua orang yang sudah dikehendaki Tuhan, cara itu juga akan selalu gagal. Seberapapun jauhnya jarak yang memisahkan dua orang yang dikehendaki Tuhan untuk bersama, pada akhirnya mereka akan mendekat. Seberapapun dekatnya jarak yang mempersatukan dua orang yang tidak dikehendaki Tuhan untuk bersama, pada akhirnya mereka akan terpisah”.

Ris, manusia tidak pernah luput dari kesalahan. Tapi manusia diberkahi dengan rasa cinta pada sesama. Cinta yang semestinya dapat membantu kita untuk memaafkan kesalahan, memaklumi keadaan dan memahami kekurangan. Aku yakin kita akan mencapai tingkatan cinta seperti yang pernah kamu bilang. Tingkatan cinta dimana hanya ada ketulusan tanpa balas. Tingkatan cinta dimana hanya ada rasa bahagia tanpa sakit terasa.

Jatuh cinta itu memang lucu, Ris.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Powered by WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: