Synchronize Fest 2017 (Day 1) – Sekelebat Menghilang

Intro

Tulisan ini gw buat untuk mengabadikan tiga hari Synchronize Fest 2017 kedalam laman sempit blog gw. Merayakan keberhasilan gw menyambangi acara ini tiga hari berturut-turut. Festival musik yang gw jadikan sebagai pelipur lara, sebagai jalan keluar dari hiruk pikuk kesibukan harian dan sebagai pelarian singkat dari caci maki sang superior.

Terimakasih buat Dini dan adiknya, atas petualangan berkeliling dari satu panggung ke panggung lain, bergantian mengabadikan foto, menari bersama dibalik silau lampu warna-warni yang ditembakkan dan berbagi kebahagiaan atas nama nada dan irama.

You both will be missed!

Here we go!

Sekelebat Menghilang

Selama 2017 ini, ada beberapa acara musik yang pengen gw datengin tapi gagal terpenuhi. Dua teratas yang ada di wishlist gw adalah: Coldplay A Head Full of Dream Asia Tour di Singapore dan Soundrenaline 2017 di GWK. Seikhlasnya, gw hanya bisa lihat Coldplay konser di Singapore lewat internet (itupun cuma highlight atau di berita aja) dan melihat keseruan following gw di Instagram pamer mereka lagi dansa sambil njerit di GWK.

Moving on, Sekitar pertengahan tahun akun Instagram Synchronize Fest mendadak popped out di laman explore gw. Gw pikir waktu itu boleh banget ini disambangi sebagai pelipur lara atas wish list yang gagal terpenuhi.

Masuk bulan Oktober, gw mulai harap-harap cemas. Soalnya akhir September ke Awal Oktober banyak banget masalah di kantor. Terlebih lagi ketika gw tau bahwa hari pertama Synchronize Fest itu berbarengan dengan jadwal implementasi perbaikan sistem bulanan.

Mulai mendekati hari H, pembicaraan tentang kejelasan menghadiri Sync-Fest mulai hangat di chat room WhatsApp gw sama Dini. Dari pertama gw tau tentang festival ini, gw langsung sounding juga ke Dini dan ternyata dia juga udah tau mau ada festival ini, adiknya juga mau dateng dari bandung.

Dini: “Aku lagi chatan sama ade aku kayanya dia mau jadi ke sini deh, syncfest-an. Kamu ga mau ikutan?”
Gw: “Mau tapi kayanya hari jumatnya ga bisa deh, paling sabtu minggu aja”

Singkat cerita akhirnya hari jumat datang juga, hari pertama Synchronize Fest 2017 resmi dimulai. Kabar baiknya, gw ga perlu stay lama dikantor, karena semua urusan bisa selesai pas jam 18.00 teng. Kelar urusan kantor, gw langsung balik dan mampir ke abang-abang tukang print buat cetak tiketnya. Setelah dapet tiketnya, pulang, mandi dan segala macamnya, gw langsung berangkat ke Gambir Expo.

Kemudian kami sekelebat menghilang dari rutinitas.

***

Hari Pertama.

20:30
Sampe di TKP, tanpa pikir panjang gw langsung masuk ke entrance. Setelah sempet balik lagi ke mobil karena terciduk bawa air minum di tas, akhirnya gw berhasil masuk ke dalam event nya. Seneng campur deg-degan jadi satu waktu itu. Gw udah lama banget ngga denger dentuman bass, jeritan gitar dan injakan pedal drum secara langsung, tersaji pas banget didepan mata gw.

Mocca (District) dan Beside (Forest)

20:45
Stage yang pertama gw datangi adalah stage tempat Mocca manggung, District Stage. Karena Mocca masih persiapan dan disitu udah ramai banget, ditambah lagi Dini udah jauh berada di depan panggung bersama ratusan manusia lainnya, akhirnya gw memutuskan untuk jalan-jalan liat stage lain dulu.

Peta acara dan suara musik metal yang terdengar dari kejauhan mengundang gw untuk menyambangi Forest Stage yang letaknya di sebelah kiri pintu masuk. Musik metal yang dibawakan band ini cukup membuat gw bahagia bisa head bang live di bawah panggung. Usut punya usut ternyata band yang lagi main ini adalah Beside, grup musik metal asal Bandung.

Biografi Beside by lorongmusikdotcom.

Setelah puas headbang, gw balik lg ke District buat nonton Mocca. Gw pribadi sih kurang banyak tau lagu-lagunya Mocca, hanya beberapa yang sempat hits aja.

[800x600px]IMG_20171006_210116
Mocca on District Stage

Karena Dini dan adiknya masih asik di dekat panggung sana, akhirnya gw memutuskan untuk berangkat ke Dynamic Stage, lagi ada Tulus manggung disana.

Tulus (Dynamic) dan Revenge The Fate (Lake)

21.15
Sampai di Dynamic Stage, pas banget tulus lagi nyanyiin lagu yang gw ngerti dan memang hits juga di radio-radio: Ruang Sendiri. Lumayan menyenangkan bisa sing along bersama pengunjung lainnya waktu itu. Setelah selesai ruang sendiri, disela-sela jeda menuju lagu berikutnya, terdengar sayup-sayup musik heavy metal dari Lake Stage.

Karena penasaran, gw pindah sebentar ke Lake Stage. Band Heavy Metal yang lagi main waktu itu adalah Revenge The Fate, yang belakangan gw tau ternyata mereka beraliran Deathcore.

Website Revenge The Fate dan Biografinya by lorongmusikdotcom

Setelah headbanging satu lagu, gw balik lagi ke Tulus.

Pas lagi bawain hits terbarunya, Manusia Kuat, gw (akhirnya) ketemu Dini. Setelah greeting Dini dan adiknya dan Tulus turun panggung, kami merangsek masuk kedepan panggung, berselisih jalan dengan orang-orang yang meninggalkan panggung. Kami menanti Barasuara dari dekat.

Barasuara (Dynamic) dan HiVi! (Lake)

22.15
Ketika Barasuara naik panggung, fans nya mulai menjerit menggila. Gw pribadi ga banyak tau tentang Barasuara. Pertama kali gw lihat mereka manggung live ketika tahun baru 2017 lalu di Bintaro Exchange, sejak saat itu gw baru notice bahwa ada band bernama Barasuara (saya kudet T_T).

Barasuara on Wiki dan selengkapnya tentang Barasuara

Satu-satunya yang gw kenal dari Barasuara itu adalah Bassists nya, Gerald Situmorang (Gesit), karena gw pernah liat dia gitaran sama Monita di event musiknya Bukalapak bertajuk Bukamusik.

Monita dan Gesit di BukaMusik (youtube)

Ciri khas Barasuara menurut gw itu adalah musik rock nya yang dark dan gloomy, vokalisnya (Iga Massardi) yang selalu pakai batik – bersaut-sautan bersama dua backing vocal wanitanya, dan bassisnya yang gondrong, jago dan hyperactive (lol). Musik dan lirik mereka bagus, tapi kurang masuk aja dikuping gw karena terlalu dark.

22.45
Karena udah kecapean, akhirnya kami meninggalkan Barasuara satu lagu sebelum lagu terakhir. Lalu kemudian karena laper, gw minta temenin Dini cari makanan. Gw (dengan sangat menyesal tapi apa boleh buat ga ada lagi yang lain) makan nasi-goreng-gerobakan-masuk-event seharga-tiga-puluh-lima-ribu rasanya-nggak-enak-sama-sekali. the only thing that good is, gw ditemenin Dini makannya 😀

Posisi gerobak nasi goreng yang sudah dikemas berbentuk stand itu letaknya pas banget didepan Lake Stage, stage dimana pada waktu itu HiVi lagi manggung, membawakan lagu hits nya, Siapkah Kau ‘Tuk Jatuh Cinta Lagi.

Pertama kali gw liat langsung HiVi! itu ketika gw manggung disalah satu acara ulang tahun temen di daerah kemang, kami manggung sebagai band featured nya, guest star nya si HiVi itu. Ketika itu kalau nggak salah mereka baru-baru aja keluar dari sarangnya and about to boom.

HiVi! on Wiki dan Siapkah Kau ‘Tuk Jatuh Cinta Lagi MV on youtube

Gw terpaksa pisah lagi sama Dini karena gw mau nonton pahlawan masa kecil gw, Superman Is Dead (SID), sementara Dini dan adiknya jatuh cinta banget sama Efek Rumah Kaca (ERK). Kebetulan yang sangat disayangkan adalah, jadwal mereka tabrakan, SID di Forest Stage dan ERK di District Stage di jam yang sama. Jadi gw harus pisah stage lagi sama Dini 😦

Gw: “Nanti kelar ERK dan SID ketemu di tengah aja ya, Din. Deket booth merchandise itu”
Dini: “Iya gitu aja boleh, HP Ku udah mati juga soalnya”

Morfem (Forest), Tipe X (Lake) dan Superman Is Dead (Forest)

23.30
Gw berlarian ke Forest, karena menurut rundown beberapa saat lagi SID akan naik panggung. Sampai di Forest, Morfem lagi bawain lagu terakhirnya. Gw enggak pernah sama sekali dengerin lagunya Morfem. Bener-bener sebuta itu sama band ini. Disaat itu juga gw baru tahu bahwa vocalist nya Morfem adalah Jimi Multazam, yang merupakan Vocalist The Upstairs.

Morfem on Twitter dan Biografinya by lorongmusikdotcom

Gw nggak dapet kesempatan mendengar dan mengenal Morfem lebih jauh, karena durasi. Kemudian gw memutuskan untuk duduk lesehan jauh didepan panggung, sambil bengong-bengong ngeliatin crew Morfem beberes alat, berganti crew SID menyiapkan alat dan soundcheck.

Didekat gw ada seorang Bro menyusul duduk, merokok sambil buka kertas yang isinya rundown. Karena gw technically sendirian disitu dan dia juga bernasib sama, gw memutuskan untuk having conversation.

Gw: “Habis ini SID kan jadi ya?”
Dia: “Iya dong bro jadi lah”
Gw: “Abis tadi si Jimi bilang katanya habis ini maliq and d’essential, padahal kan itu di Dynamic kalo ga salah”
Dia: “Iya bener kok habis ini SID”
Gw: “Bagus deh, gw udah lama ga nonton SID. Lo sendirian ini?”
Dia: “Iya, sendirian gw. Tadi abis gawe langsung kesini. Lo sendirian juga?”
Gw: “Enggak gw sama cewe gw, tapi dia lagi nonton ERK di District. Lo gawe didaerah mana emang?”
Dia: “Deket sini, gw aja naik gojek sekali doang tadi” (ketawa)

Ga lama kemudian, dari panggung sebelah, terdengar sayup-sayup lagu Genit – Tipe X. Ternyata mereka naik duluan di Lake Stage sana. Gw yang suka banget sama Tipe X segera bangun dari duduk dan berlarian ke Lake Stage, meninggalkan panggung SID yang masih disiapkan.

Tipe-X booming pas gw SD, kalo ga salah kelas 4 atau 5, kemudian recently gw temukan lagi di Spotify. Gw dulu sempet beli albumnya yang bertajuk Ska Phobia, masih berbentuk kaset pita dan selalu gw dengerin sepulang sekolah. Sekarang sudah diamankan di Spotify gw 😀

[800x600px]IMG_20171006_235645
TIPE-X on Lake Stage

Sampai di Lake Stage semua orang lagi joget ska ketika Genit lagi dimainkan. Tanpa malu-malu gw ikutan bergabung bersama yang lainnya. Selesai lagu pertama, langsung dihajar lagu kedua, yang hits juga pada jamannya, Salam Rindu. Gw langsung dansa lagi sama yang lainnya, lupa kalau SID sudah mau mulai di Forest sana.

TIPE-X on Wiki dan MV Salam Rindu on youtube

00.00
Setelah Salam Rindu selesai dimainkan, gw lari lagi ke panggung SID. Trio ini udah naik panggung, lightning sudah dimainkan, layar dibelakang mereka juga sudah menyala tulisan dan logo SID.

[800x600px]IMG_20171007_002040
Superman Is Dead on Forest Stage (bad quality sorry T_T)

Pertama kali gw dengerin SID itu ketika gw baru masuk SMP. Gw yang emang dari SD berhasil tertular wabah Melodic Punk dan Punk Rock dan antek-antek Punk lainnya, ga ragu-ragu buat beli album mereka yang waktu itu meledak: Kuta Rock City. Album pertama plus album terakhir dari SID yang gw dengarkan. Entah kenapa gw ga ngikutin lagi setelah itu.

Hal ini mempengaruhi gw dalam menikmati live nya mereka di Synchronize Fest 2017 ini. Karena sangat disayangkan mereka banyak membawakan lagu-lagu pre dan post album Kuta Rock City. Hanya satu lagu dari album itu yang dibawakan, yaitu Kuta Rock City itu sendiri. Selebihnya seperti Sunset di Tanah Anarki, Jadilah Legenda dan lagu lainnya yang saya banyak nggak taunya 😦

Website Resmi SID (yang amazingly dikelola langsung oleh Bassist mereka sendiri I Made Eka Arsana alias Eka Rock), Kuta Rock City dan Jadilah Legenda MV on youtube.

D’essentials of Groove (Dynamic)

00:30
Gw cabut sebelum SID kelar, karena udah nggak ngerti lagi lagunya, besides, Dini juga udah message gw dia udah selesai ERK dan sekarang lagi di Dynamic nonton D’essentials of Groove.

D’essentials of Groove merupakan band kolaborasi antara Maliq and D’essentials dan The Groove. Seperti yang disampaikan sebelumnya oleh mereka kepada Kompas, mereka benar-benar sepanggung ramai-ramai membawakan lagu mereka masing-masing secara bersamaan di Synchronize Fest ini.

Sampai di Dynamic, greeting Dini dan Adiknya, kemudian nonton D’essentials of Groove dari jauh. Gw sempet kebagian nonton Pilihanku (Maliq) dan Khayalan (The Groove) sebelum mereka turun panggung dan acara selesai sekitar jam satu pagi lewat.

Pilihanku MV by Maliq & D’Essentials dan Khayalan MV by The Groove.

Kami bertiga meninggalkan TKP, pulang dengan perasaan senang gembira sekaligus ngga sabar menunggu pertualangan hari kedua Synchronize Fest, yang ga sampe 24 jam lagi akan dimulai.

[800x600px]IMG_20171007_004657
Superman is Dead on Forest Stage. Right before I leave them.

***

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Powered by WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: