Aku Dan Wanita Dalam Video Itu

Ya, itu memang aku. Wanita didalam video itu memang aku. Tubuh tanpa busana yang kalian saksikan itu memang aku. Foto profil berhijab yang kalian sebarkan itu juga milikku, kalian ambil diam-diam dan dengan lancangnya menyebarkan tanpa permisi, sama lancangnya seperti ulah kalian menyebarkan video itu.

Tubuhku dengan mudahnya kalian lihat dan setubuhi dengan otak kotor kalian. Hanya butuh beberapa detik dan megabit data, kehormatanku sempurna kalian renggut. Sudahkah kalian puas melihat tubuhku? Sudahkah kalian puas menyetubuhiku lewat tangan-tangan kalian? Bahagiakah kalian dengan ini semua?

Aku bersimpuh di sudut kamarku, beralaskan simbah darah, bermunajat pada Tuhan agar membalas semua perbuatan kalian, meminta padaNya agar memberikanku tempat terbaik disisiNya, walau aku tahu tempat terburuklah yang akan diberikanNya. Kalian mungkin tidak peduli dengan titik-titik darah yang sekarang menetes didekatku, yang kalian pedulikan hanya nafsu bejat kalian yang bisa terpenuhi ketika menyaksikan tubuhku tayang di layar gawai kalian. Tenang saja, tinggal beberapa tetes lagi sampai aku benar-benar pergi.

Maafkan aku Ibu, putri kecilmu yang kau rawat dengan baik, kau bekali dengan ilmu agama sedemikian rupa, kau harapkan menjadi wanita soleha sepertimu, kini hanya seonggok daging yang sedang diolok-olok. Setiap jengkal tubuhku kini dijadikan bahan pemuas nafsu para maniak porno di luar sana, Bu. Tidak cukup sampai situ, fotoku dengan busana lengkap pun dijadikan objek candaan, diberikan tulisan di sisi atas dan bawahnya, kini tersebar dimana-mana.

Maafkan aku Ayah, permaisuri kecilmu yang selalu kau banggakan kecantikannya diantara rekan kerjamu kini justru menjadi pemuas nafsu mereka. Mereka dengan bebasnya dapat melihat tubuhku, tubuhku yang selama ini kau lindungi sebaik-baiknya. Tidak cukup sampai situ, aku pun di cap wanita murahan oleh istri-istri mereka. Anakmu kini bak bintang porno tak berupah, Yah.

Cahaya kini meredup, hampir hilang ditelan gelap. Seseorang dengan sayapnya mendekat, memberikan senyuman sinisnya, seakan-akan berkata, “Kau akan pergi ke Neraka.” Tangannya yang bersinar mendekat ke atas kepalaku, menancapkannya dalam-dalam kekepalaku, kemudian menarik kepalaku. Luar biasa sakitnya, jauh lebih sakit dari luka sayat dipergelanganku.

Sakit namun singkat. Kini aku sanggup berdiri, bersama pria bersayap tadi. Aku menyaksikan Ayah mendobrak pintu kamar, kemudian menggendong tubuhku yang bersimbah darah. Sementara Ibuku terduduk dimulut pintu, menangis menjerit melihat pergelangan tanganku yang penuh darah segar, menetes dari ujung jari.

Tidak, aku tidak mati demi kalian. Ini memang pilihanku. Aku rasa, aku lebih baik hidup kekal di neraka, daripada hidup di dunia menanggung malu yang luar biasa, daripada hidup di dunia menyaksikan wajah pilu Ibu dan Ayah tertunduk karena dosaku.

Aku tahu pasti, kalian semua tidak akan pernah puas menyaksikan tubuhku disetubuhi, bahkan ketika aku sekarang mati. Tayangan itu akan kalian jadikan koleksi pribadi, kalian simpan baik-baik dalam gawai kalian, untuk sewaktu-waktu kalian saksikan ulang ketika hasrat kalian memuncak.

Aku kini tenang disini, bersama pria bersayap yang menggendongku terbang keatas entah kemana, menjauhi orang-orang yang mengelilingi timbunan tanah dan batu nisan atas namaku. Untuk terakhir kalinya, aku melihat wajah Ibu dan Ayahku, senyumku tersungging dibibir, diiringi titikan air mata yang tak sadar keluar begitu saja. Ibu tetap cantik, Ayah tetap gagah, meski mereka sedang menangis.

Selamat tinggal Ibu dan Ayah. Mulai hari ini aku pergi, bukan karena tak sayang dengan Ibu dan Ayah, tapi tiada guna lagi aku hidup di dunia menyusahkan dan membuat Ibu dan Ayah malu. Jangan hiraukan apa kata mereka, Bu, Yah, mereka tidak akan pernah berhenti. Aku pamit, meninggalkan kejamnya dunia dan segala isinya.

Featured Image: Photo by Cristian Newman on Unsplash

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Powered by WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: